Ketika Petr Schmeichel meninggalkan Manchester United pada tahun 1999, dimana pada saat itu MU meraih treble winner (Premire League, Piala FA dan Thropy Liga Champion), banyak yang menyangsikan MU akan kesulitan berprestasi tanpa sang Great Dane. Beberapa pakar bilang bahwa MU tidak akan menjuarai Liga Champion selama belum menemukan pengganti pemain yang memiliki postur raksasa itu. (tinggi 1,9m dengan ukuran seragam XXXL).


“Great Dane” Petr Schmeichel

Benar saja, sepeninggal Schemeichel, banyak kiper-kiper berseliweran di klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Mulai dari Mark Bosnich (1999 – 2001), Massimo Taibi (1999), Fabien Barthez (2000 – 2004), Roy Carroll (2001 – 2005), hingga Tim Howard (2003 – 2006). Dari sekian banyak pengawal gawang yang berganti dari tahun ke tahun itu, belum membuat MU meraih trophy Liga Champion yang ketiga, setelah tahun 1968 dan 1999.

Tahun 2005, Sir Alex Ferguson mendatangkan seorang kiper yang sudah terbilang uzur (35 tahun),  Edwin Van der Sar. Kiper yang sampai sekarang memegang rekor penampilan terbanyak Timnas Belanda (130 cap) tersebut didatangkan dari klub Liga Inggris lainnya, Fulham. Banyak yang meragukan kemampuannya, karena di usia itu, pemain bola pada umumnya mengalami pasang surut karier nya di lapangan hijau.

Di musim pertama bersama United, Van der Sar mempersembahkan gelar Piala Carling (2006). Baru di tahun keduanya, Piala Premier League berhasil dikandangkan di Old Trafford, mendampingi Community Shileld yang direbut pada awal tahun.

Pada tanggal 21 Mei 2008 di Stadion Luzhniki di Moskwa, Van der Sar, dkk berhasil mengalahkan Chelsea melalui adu penalti untuk merebut piala Liga Champion Eropa yang ketiga untuk United, dan kedua untuk Van der Sar. Terbukti bahwa Van der Sar adalah pengganti sepadan Schmeichel dalam hal gelar Liga Champion Eropa.

Akhir musim 2010/2011 ini, Van der Sar memutuskan untuk gantung kaos tangan, yap pensiun dari lapangan hijau. Bukan karena kemampuan teknisnya atau usianya yang sudah berkepala empat yang membuat dia memutuskan pensiun. Namun karena ingin memberikan perhatian yang lebih terhadap keluarganya, terutama istrinya Annemarie van Kesteren yang sempat terkena stroke otak pada Desember 2009.

Setelah The Red Devils memenangi pertandingan liga melawan seterunya di Liga, Chelsea di pekan ke 36, kemudian mengunci gelar Liga Inggris 2011 setelah bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers, Van der Sar meraih piala Liga Utama Inggris yang keempatnya bersama United. Semakin berkesan karena gelar ini merupakan gelar ke 19 Manchester United, dan melampaui seteru merah abadi United, yaitu Liverpool yang mengoleksi 18 gelar Liga Inggris.


aksi Van der Sar menggagalkan sundulan Torres

Pemain yang meraih penghargaan sebagai kiper terbaik eropa 2009 itu mengakhiri karirnya di Liga Inggris dengan didaulat sebagai kapten tim pada pertandingan terakhir MU musim 2010/2011 melawan Blackpool. Pertandingan itu merupakan laga emosional buat Van der Sar, karena digelar di depan pendukung Manchester United, stadion Old Trafford. Kemenangan 4-2 Manchester United atas Blackpool meninggalkan kenangan manis di penghujung kariernya di Liga Inggris.

Namun sayang, ambisinya untuk mengakhiri karier sepakbola dengan mengangkat trophy Liga Champion Eropa pupus setelah di pertandingan final Setan Merah dipaksa tunduk 3-1 oleh Barcelona (29/5/2011) di Wembley, Inggris. Sebelum laga final itu, pria Belanda ini pernah berujar tidak ingin mengakhiri kariernya seperti dua koleganya, Zinedine Zidane di Final Piala Dunia 2006 dan Giovani van Bronckhorst pada event yang sama tahun 2010, kalah di laga terakhir kariernya.

Kegagalan memberikan trophy Liga Champion ke empat untuk Manchester United, tak lantas menjadikan Van der Sar pesakitan. Gelar yang telah ia berikan kepada MU sudah lebih dari cukup mengantarkan dia menjadi salah satu deretan kiper terbaik yang pernah dimiliki United. Torehan sejarah menjadikan United terbaik di tanah Ratu Elizabeth dengan 19 gelar liga domestik salah satunya.

Dank je Van der Sar!!

gambar diangkut dari sini, sini, sini

  1. Ade Fr says:

    Salut untuk Van Der Sar yang telah berjuang keras untuk memberikan yang terbaik untuk Manchester United. Seperti inilah seharusnya pemain bola yang profesional. Loyalitas yang tinggi untuk tim yang sedang dibelanya.

    [Reply]

  2. harly says:

    waw mantap
    karirnya yang bagus,,
    tpi sayang terlalu cepat ditinggalkannya..

    [Reply]

  3. tupic says:

    Great… United pasti menemukan lagi kiper yang hebat

    [Reply]

*